Senin, 30 Maret 2015

ANTARA PIKIRAN & CATATAN AMAL MANUSIA

Kita (muslim) sudah sama sama tahu bahwa semua amal / perbuatan kita dicatat oleh Allah melalui ke 2 malaikat-Nya, Rokib dan Atid. Segala hal, sekecil apapun, baik yang kita rasa, dengar, raba, lihat, cium dan bahkan pikiran dan perasaan kita, semuanya dicatat oleh Allah untuk kemudian diberikan balasan sesuai dengan hukum yang ada. Yang baik dibalas dengan kebaikan dan yang buruk dibalas dengan keburukan pula.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 7-8)

(sebuah pertanyaan kecil saat saya kecil : gimana ya ke 2 malaikat itu nyatet jutaan ummat manusia :-D )


Tahukah kamu? bahwa dalam teori hukum pikiran, dikatakan bahwa:

"memori / kenangan / pengalaman APAPUN, baik itu perbuatan, perkataan, pikiran ataupun perasaan, tersimpan untuk selamanya dalam pikiran kita"

juga,

"tidak ada memori / kenangan / pengalaman APAPUN, baik itu perbuatan, perkataan, pikiran ataupun perasaan, yang bisa dihapus atau dihilangkan"

Teori di atas dalam praktek relaksasi pikiran (hipnosis), dibuktikan dan menjadi acuan sebuah teknik hipnoterapi yang disebut dengan AGE REGRESSION, dimana klien dibawa pada masa lalunya untuk menemukan akar masalah dan kemudian diselesaikan.

Teknik Age Regression ini sudah sangat lumrah dan terbukti bisa dilakukan, membawa klien pada masa masa tertentu yang pernah dilewatinya.

Dari catatan di atas, pikiran saya kemudian berhipotesa bahwa ada kemiripan antara ajaran Islam tentang catatan amal manusia dengan teori ilmiah pikiran. Keduanya sama sama menyatakan bahwa semua apa yang kita perbuat, rasakan, alami atau semua yang berhubungan langsung dengan kita, SELALU dan PASTI dicatat.
Hanya saja, dalam bahasa ilmiah, catatan itu ada dalam pikiran kita sedangkan dalam bahasa Islam, catatan itu ada pada malaikat malaikat Allah.

Saya tidak mengatakan bahwa catatan amal manusia itu adalah pikiran manusia itu sendiri. Akan tetapi, benang merah yang tertarik dalam pikiran saya antara ajaran islam tentang catatan amal dan hukum pikiran di atas adalah sebenarnya ajaran ajaran agama yang terkadang terlihat mustahil dalam pandangan kita, sebenarnya semua itu ditunjukkan ke-logikaannya dalam kehidupan sehari hari. Hanya tinggal apakah kita mempelajarinya atau tidak.

Seperti kemustahilan Nabi Muhammad dalam Isro' Mi'roj-nya, yang kemudian ditemukan kebenarannya dalam conoh kecil dalam kehidupan, yaitu dengan adanya pesawat terbang yang bisa melesat lebih cepat dari pandangan mata bahkan lebih cepat dari suara, dan keanehan dan kemustahilan catatan amal manusia yang ditunjukkan dalam catatan memori kehidupan kita dalam pikiran.

Mudah mudahan bermanfaat...
Amin

Written by:
IRMANTO

also posted in http://altheracenter.blogspot.com

Irmanto i-chanel

Tim IT SMP Al-Ghazali

Tulisan di blog ini adalah hasil kerja tim IT SMP Al-Ghazali. Silahkan digunakan tanpa komersialisasi. Terimakasih.

TULIS KOMENTARMU