Foreign Language Intensive Class

Foreign Language Intensive Class

Outdoor learning is important to give various learning situation.

Outdoor learning is important to give various learning situation.

Mass Islamic based Hypnotherapy for Students

Mass Islamic based Hypnotherapy for Students

Scout Programe

Scout Programe

Tahsin & Tahfidzul Qur'an

Tahsin & Tahfidzul Qur'an

Playing while learning. The way to create a happy school environment.

Playing while learning. The way to create a happy school environment.

SMART SERVICE

  • Kelas Online Ruang pembelajaran Online. Materi, Latihan Soal, dan Forum
  • ABSENSI OnlineDaftar hadir Online Untu Murid dan Guru
  • SIPALSistem Indormasi Perpustakaan Al Ghazali
  • UBKUjian Online
  • RAPORLaporan Hasil Belajar Peserta Didik
  • Kiriman Terbaru

    Sabtu, 31 Oktober 2026

    Memeriahkan Hari Jadi Sumenep ke-757, SMP Al Ghazali Tanamkan Cinta Budaya Melalui Lomba Nasi Tumpeng.

    Irmanto
    Batang-Batang, Sumenep – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke-757, SMP Al Ghazali Batang-Batang menyelenggarakan kegiatan peringatan yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan upacara peringatan yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh peserta didik. Upacara berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, perjuangan, serta perjalanan panjang Kabupaten Sumenep. Momentum ini juga menjadi sarana untuk menanamkan rasa cinta daerah, memperkuat identitas budaya, dan menumbuhkan semangat generasi muda dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya lokal. Setelah pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan lomba pembuatan nasi tumpeng yang diikuti oleh masing-masing kelas. Setiap kelas menunjukkan kreativitas dan kekompakan dalam menyajikan nasi tumpeng dengan berbagai bentuk, hiasan, dan kreasi menarik. Suasana semakin meriah ketika para peserta mulai menampilkan hasil karya terbaik mereka. Tidak hanya mengutamakan keindahan tampilan, lomba ini juga mengajarkan nilai kerja sama, gotong royong, kreativitas, serta kecintaan terhadap tradisi dan kekayaan kuliner Nusantara. Melalui kegiatan ini, SMP Al Ghazali Batang-Batang berharap para peserta didik tidak hanya mengenal sejarah Kabupaten Sumenep, tetapi juga mampu menghargai budaya dan tradisi daerah sebagai bagian dari identitas bangsa. Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari masyarakat Sumenep serta mengajak generasi muda berperan aktif dalam membangun daerah. Selamat Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-575. Semoga Sumenep semakin maju, berbudaya, sejahtera, dan terus melahirkan generasi muda yang berprestasi serta berkarakter. SMP Al Ghazali Batang-Batang – Bersama Melestarikan Budaya, Membangun Generasi Bangsa.
    lhLmQk4lqzNaQHHHJ1oy0n0fs0NlENv1wtcfW9q86FJPdfxqLxE5EAPbYM6gU_dXjG8S59dzvZCK035IA/s400/WhatsApp%20Image%202026-10-30%20at%2021.45.52.jpeg"/>

    Sabtu, 24 Oktober 2026

    Semarak Perayaan Hari Santri Nasional di SMP Al-Ghazali: Dari Lomba Edukatif Hingga Malam Puncak yang Khidmat

    Irmanto
    BATANG BATANG DAYA — Mengusung tema "Santri Berdaya, Pesantren Maju, Indonesia Jaya", Yayasan Al-Ghazali (Tenggina, Batang batang Daya) sukses menggelar perayaan Hari Santri Nasional pada 22–23 Oktober 2026. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian acara yang diikuti oleh para siswa dan warga sekolah dengan antusias. Rangkaian kegiatan diawali dengan Gebyar Lomba Yayasan Al-Ghazali yang berlangsung selama dua hari. Berbagai perlombaan digelar untuk mendongkrak kreativitas, pemahaman keagamaan, serta bakat para santri dan siswa, antara lain: Videografi Santri Inspirasi Musabaqoh Syarhil Qur'an (MSQ) Cerdas Cermat PAI Poster Digital Khidmah Barista Melalui kompetisi tersebut, para peserta tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual dan spiritual, tetapi juga keterampilan modern berbasis teknologi serta wirausaha islami.Kemeriahan peringatan Hari Santri ini kemudian ditutup secara resmi pada malam puncak. Suasana malam puncak berlangsung penuh kekhidmatan yang diawali dengan istighasah bersama. Seluruh keluarga besar sekolah dan yayasan larut dalam doa, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi bangsa dan pesantren.Sebagai penutup yang memukau, suasana malam puncak semakin bergelora dengan penampilan seni pencak silat oleh para siswa. Atraksi jurus dan keindahan gerak seni bela diri tradisional tersebut berhasil menyedot perhatian serta apresiasi meriah dari para hadirin.Melalui peringatan Hari Santri ini, SMP Al-Ghazali berharap dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan berakhlakul karimah, tetapi juga siap berkontribusi aktif dan berdaya saing di era digital.

    Minggu, 05 Juli 2026

    Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMP AL-Ghazali

    Irmanto
    Batang Batang — Guna membentuk karakter pemimpin yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab, Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Al Ghazali menggelar Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa(LKDS). Kegiatan intensif ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 3 Juli hingga Minggu, 5 Juli 2026, bertempat di kawasan wisata Pantai Lombang, Sumenep. Pemilihan Pantai Lombang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain menyuguhkan pemandangan pohon cemara udang yang khas, suasana alam terbuka dinilai sangat efektif untuk membangun kerja sama tim (team building) dan ketahanan mental para peserta di luar lingkungan sekolah formal. Selama tiga hari dua malam, para peserta digembleng dengan lima materi esensial yang dirancang untuk membekali mereka dalam menjalankan roda organisasi. Kelima materi tersebut meliputi: 1. Kepemimpinan: Menanamkan jiwa kepemimpinan yang berkarakter, berintegritas, serta mampu menjadi teladan bagi siswa lainnya. 2. Manajemen Organisasi: Mempelajari tata kelola organisasi yang rapi, mulai dari administrasi hingga strategi penyusunan program kerja yang efektif. 3. Public Speaking: Melatih keberanian dan teknik berbicara di depan umum secara runut, jelas, dan persuasif. 4. Pengelolaan Media: Membekali peserta dengan kemampuan mengemas informasi dan memanfaatkan media sosial sekolah secara bijak, kreatif, serta informatif. 5. Problem Solving: Mengasah kemampuan berpikir kritis dalam memetakan masalah dan menemukan solusi terbaik secara cepat dan bijaksana. Pembina Osis SMP Al Ghazali menyampaikan bahwa LKDS ini merupakan agenda krusial dalam regenerasi kepengurusan OSIS. Melalui momentum ini, diharapkan lahir kader-kader pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan siap menghadapi berbagai tantangan organisasi ke depan. Kegiatan ditutup secara resmi pada Minggu Pagi
    dengan upacara penutupan dan penyematan atribut kepengurusan. Raut lelah di wajah para peserta tampak terkalahkan oleh rasa bangga dan semangat baru untuk membawa OSIS SMP Al Ghazali menjadi lebih progresif dan inovatif dalam satu periode ke depan.

    Sabtu, 14 Maret 2026

    BAKTI ANAK AL-GHAZALI

    Irmanto
    SMP AL-GHAZALI, Sabtu 14 Maret 2026 – Pemandangan berbeda terlihat di sudut sekolah pagi ini. Puluhan siswa berseragam sekolah tampak antusias membagikan paket bantuan dalam kegiatan bakti sosial bertajuk "Bakti Anak Al-Ghazali". Aksi ini diinisiasi sepenuhnya oleh para murid SMP sebagai wujud nyata kepedulian terhadap warga yang kurang mampu di lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kesulitan sesama. Hasil Patungan dan Donasi Sukarela Yang menarik dari aksi ini adalah sumber dananya. Para siswa menyisihkan sebagian uang jajan mereka setiap hari jum'at untuk dikumpulkan menjadi paket sembako. "Kami ingin belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Dengan menyisihkan sedikit uang jajan, ternyata kami bisa mengumpulkan bantuan yang cukup banyak untuk membantu kakek dan nenek di sekitar sini," ujar Ketua OSIS selaku koordinator lapangan. Daftar Bantuan yang Disalurkan Para siswa mendatangi langsung rumah-rumah warga (door-to-door) serta para pekerja jalanan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Berikut adalah rincian bantuan yang diberikan: Paket Sembako: Beras, minyak goreng, mi instan, dan gula. Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Warga Kepala Sekolah mengungkapkan rasa bangganya atas inisiatif mandiri para muridnya. Menurutnya, pelajaran karakter yang didapatkan langsung di lapangan jauh lebih berkesan dibandingkan sekadar teori di dalam kelas. Warga penerima manfaat pun tampak terharu. Salah satu penerima bantuan, Ibu Mis (65), menyatakan rasa terima kasihnya. "Senang sekali melihat anak-anak muda masih mau peduli dengan orang tua seperti kami. Semoga mereka jadi anak yang sukses dan tetap rendah hati," tuturnya. Pelajaran Berharga di Luar Kelas Melalui bakti sosial ini, para siswa belajar tentang: Rasa Syukur: Menghargai apa yang mereka miliki saat ini. Kerja Sama Tim: Mengelola logistik dan pembagian tugas lapangan. Tanggung Jawab Sosial: Memahami peran mereka sebagai bagian dari masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan sekolah guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang kuat.

    Senin, 19 Januari 2026

    Siswa Antusias Serbu "Literasik": Hadirkan Perpustakaan Keliling di Tengah Sekolah

    Irmanto
    SUMENEP, 19 Januari 2026 – Suasana istirahat di SMP AL-GHAZALI tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa terlihat berkerumun di halaman tengah, bukan untuk berolahraga, melainkan untuk menyerbu armada mobil berwarna terang yang membawa ribuan buku. Hari ini, sekolah sukses menyelenggarakan program "Literasik" (Literasi itu Asyik) dengan menggandeng Layanan Perpustakaan Keliling Daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan minat baca siswa melalui suasana baru di luar perpustakaan sekolah yang formal. Dengan konsep outdoor, siswa dibebaskan memilih tempat membaca yang nyaman, mulai dari duduk di bangku taman hingga lesehan di depan sekolah. Membawa Jendela Dunia Lebih Dekat Kepala Sekolah SMP AL-Ghazali, menyampaikan bahwa kehadiran perpustakaan keliling ini adalah upaya jemput bola. "Kami ingin menunjukkan bahwa membaca itu bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dengan Literasik, buku-buku yang biasanya ada di rak perpustakaan kini 'mendatangi' mereka," ujarnya. Armada perpustakaan keliling ini menyediakan koleksi yang sangat beragam, mulai dari: Fiksi Populer: Novel remaja, komik edukasi, dan kumpulan cerpen. Ensiklopedia Visual: Buku-buku sains bergambar yang menarik minat siswa. Pengembangan Diri: Tips keterampilan praktis untuk pelajar. Respons Positif Siswa Antusiasme terpancar dari wajah para siswa. Falia, salah satu siswa kelas VII, mengaku senang dengan kehadiran mobil buku ini. "Koleksinya beda dengan yang ada di kelas. Ada banyak buku cerita baru dan gambarnya bagus-bagus. Membaca bareng teman-teman di halaman begini juga jadi lebih seru," ungkapnya sambil menunjukkan buku yang sedang ia baca. Langkah Berkelanjutan Kegiatan Literasik ini tidak hanya berhenti di sini. Pihak sekolah berencana menjadikan kunjungan perpustakaan keliling sebagai agenda rutin bulanan. Diharapkan, melalui interaksi yang menyenangkan ini, literasi tidak lagi dianggap sebagai beban akademik, melainkan menjadi gaya hidup dan hobi yang menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.

    Sabtu, 10 Januari 2026

    Siswa SMP Al Ghazali "Taklukkan" Ketakutan: Keseruan Edukasi Satwa Bersama Komunitas Reptil Sumenep

    Irmanto
    Suasana Sekolah SMP AL-Ghazali Kabupaten Sumenep pada 10 Januari 2026 mendadak riuh dan penuh keceriaan pada Sabtu pagi. Bukan karena ada pertandingan olahraga, melainkan karena kehadiran para tamu tak diundang yang bersisik dan melata. Komunitas Reptil Sumenep (KRS) hadir membawa berbagai koleksi satwa unik mereka untuk memberikan edukasi langsung kepada para siswa. Mulai dari ular sanca berukuran besar, iguana yang tenang, hingga tokek hias (gecko) yang berwarna-warni menjadi pusat perhatian ratusan siswa yang berkumpul di lapangan sekolah. Bukan Sekadar Tontonan, Tapi Edukasi Kegiatan ini bertujuan untuk mematahkan stigma negatif dan rasa takut yang berlebihan terhadap reptil. Perwakilan dari Komunitas Reptil Sumenep menjelaskan bahwa banyak reptil yang sebenarnya tidak berbahaya jika kita tahu cara berinteraksi dengan mereka secara benar. Para siswa tidak hanya melihat dari jauh, tetapi juga diberi kesempatan untuk: Menyentuh dan Memegang: Merasakan tekstur kulit reptil yang ternyata tidak lendir seperti yang sering dibayangkan. Belajar Habitat: Memahami peran penting reptil dalam ekosistem, seperti ular sawah yang menjadi pengendali hama tikus alami. Tips Keamanan: Mendapatkan edukasi mengenai apa yang harus dilakukan jika bertemu ular di lingkungan rumah. Respons Luar Biasa dari Siswa Antusiasme siswa terlihat jelas saat sesi tanya jawab. Banyak dari mereka yang awalnya ragu dan takut, perlahan mulai memberanikan diri untuk mengelus punggung iguana atau membiarkan ular sanca melingkar di bahu mereka untuk berfoto. "Awalnya takut banget, tapi setelah dijelaskan kalau ular ini tidak berbisa dan cara pegangnya benar, ternyata seru juga. Kulitnya dingin dan halus, tidak geli seperti yang saya kira," ujar Ansori, salah satu siswa kelas IX yang tampak bangga bisa berfoto dengan ular sanca seberat 10 kg. Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Menurut kepala sekolah, pembelajaran luar ruang seperti ini sangat efektif untuk meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran Biologi dan menumbuhkan rasa sayang terhadap sesama makhluk hidup.

    Menu Kategori

  • PengumumanLihat Semua Pengumuman dari Sekolah
  • BeritaLihat Semua Berita
  • ArtikelLihat Semua Artikel
  • Karya SiswaLihat Karya Siswa berupa Artikel, Puisi, Film atau bentuk lain
  • GaleriLihat Dokumentasi Foto dan Video Kegiatan Sekolah
  • Rapor OnlineLaporan Hasil Belajar Peserta Didik