Kiriman Terbaru
Sabtu, 14 Maret 2026
Irmanto
15.23.00
SMP AL-GHAZALI, Sabtu 14 Maret 2026 – Pemandangan berbeda terlihat di sudut sekolah pagi ini. Puluhan siswa berseragam sekolah tampak antusias membagikan paket bantuan dalam kegiatan bakti sosial bertajuk "Bakti Anak Al-Ghazali". Aksi ini diinisiasi sepenuhnya oleh para murid SMP sebagai wujud nyata kepedulian terhadap warga yang kurang mampu di lingkungan sekitar sekolah.
Kegiatan ini membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kesulitan sesama.
Hasil Patungan dan Donasi Sukarela
Yang menarik dari aksi ini adalah sumber dananya. Para siswa menyisihkan sebagian uang jajan mereka setiap hari jum'at untuk dikumpulkan menjadi paket sembako.
"Kami ingin belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Dengan menyisihkan sedikit uang jajan, ternyata kami bisa mengumpulkan bantuan yang cukup banyak untuk membantu kakek dan nenek di sekitar sini," ujar Ketua OSIS selaku koordinator lapangan.
Daftar Bantuan yang Disalurkan
Para siswa mendatangi langsung rumah-rumah warga (door-to-door) serta para pekerja jalanan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Berikut adalah rincian bantuan yang diberikan:
Paket Sembako: Beras, minyak goreng, mi instan, dan gula.
Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Warga
Kepala Sekolah mengungkapkan rasa bangganya atas inisiatif mandiri para muridnya. Menurutnya, pelajaran karakter yang didapatkan langsung di lapangan jauh lebih berkesan dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.
Warga penerima manfaat pun tampak terharu. Salah satu penerima bantuan, Ibu Mis (65), menyatakan rasa terima kasihnya. "Senang sekali melihat anak-anak muda masih mau peduli dengan orang tua seperti kami. Semoga mereka jadi anak yang sukses dan tetap rendah hati," tuturnya.
Pelajaran Berharga di Luar Kelas
Melalui bakti sosial ini, para siswa belajar tentang:
Rasa Syukur: Menghargai apa yang mereka miliki saat ini.
Kerja Sama Tim: Mengelola logistik dan pembagian tugas lapangan.
Tanggung Jawab Sosial: Memahami peran mereka sebagai bagian dari masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan sekolah guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang kuat.
Senin, 19 Januari 2026
Irmanto
13.45.00
SUMENEP, 19 Januari 2026 – Suasana istirahat di SMP AL-GHAZALI tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa terlihat berkerumun di halaman tengah, bukan untuk berolahraga, melainkan untuk menyerbu armada mobil berwarna terang yang membawa ribuan buku. Hari ini, sekolah sukses menyelenggarakan program "Literasik" (Literasi itu Asyik) dengan menggandeng Layanan Perpustakaan Keliling Daerah.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan minat baca siswa melalui suasana baru di luar perpustakaan sekolah yang formal. Dengan konsep outdoor, siswa dibebaskan memilih tempat membaca yang nyaman, mulai dari duduk di bangku taman hingga lesehan di depan sekolah.
Membawa Jendela Dunia Lebih Dekat
Kepala Sekolah SMP AL-Ghazali, menyampaikan bahwa kehadiran perpustakaan keliling ini adalah upaya jemput bola. "Kami ingin menunjukkan bahwa membaca itu bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dengan Literasik, buku-buku yang biasanya ada di rak perpustakaan kini 'mendatangi' mereka," ujarnya.
Armada perpustakaan keliling ini menyediakan koleksi yang sangat beragam, mulai dari:
Fiksi Populer: Novel remaja, komik edukasi, dan kumpulan cerpen.
Ensiklopedia Visual: Buku-buku sains bergambar yang menarik minat siswa.
Pengembangan Diri: Tips keterampilan praktis untuk pelajar.
Respons Positif Siswa
Antusiasme terpancar dari wajah para siswa. Falia, salah satu siswa kelas VII, mengaku senang dengan kehadiran mobil buku ini. "Koleksinya beda dengan yang ada di kelas. Ada banyak buku cerita baru dan gambarnya bagus-bagus. Membaca bareng teman-teman di halaman begini juga jadi lebih seru," ungkapnya sambil menunjukkan buku yang sedang ia baca.
Langkah Berkelanjutan
Kegiatan Literasik ini tidak hanya berhenti di sini. Pihak sekolah berencana menjadikan kunjungan perpustakaan keliling sebagai agenda rutin bulanan. Diharapkan, melalui interaksi yang menyenangkan ini, literasi tidak lagi dianggap sebagai beban akademik, melainkan menjadi gaya hidup dan hobi yang menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
Sabtu, 10 Januari 2026
Irmanto
16.31.00
Suasana Sekolah SMP AL-Ghazali Kabupaten Sumenep pada 10 Januari 2026 mendadak riuh dan penuh keceriaan pada Sabtu pagi. Bukan karena ada pertandingan olahraga, melainkan karena kehadiran para tamu tak diundang yang bersisik dan melata.
Komunitas Reptil Sumenep (KRS) hadir membawa berbagai koleksi satwa unik mereka untuk memberikan edukasi langsung kepada para siswa. Mulai dari ular sanca berukuran besar, iguana yang tenang, hingga tokek hias (gecko) yang berwarna-warni menjadi pusat perhatian ratusan siswa yang berkumpul di lapangan sekolah.
Bukan Sekadar Tontonan, Tapi Edukasi
Kegiatan ini bertujuan untuk mematahkan stigma negatif dan rasa takut yang berlebihan terhadap reptil. Perwakilan dari Komunitas Reptil Sumenep menjelaskan bahwa banyak reptil yang sebenarnya tidak berbahaya jika kita tahu cara berinteraksi dengan mereka secara benar.
Para siswa tidak hanya melihat dari jauh, tetapi juga diberi kesempatan untuk:
Menyentuh dan Memegang: Merasakan tekstur kulit reptil yang ternyata tidak lendir seperti yang sering dibayangkan.
Belajar Habitat: Memahami peran penting reptil dalam ekosistem, seperti ular sawah yang menjadi pengendali hama tikus alami.
Tips Keamanan: Mendapatkan edukasi mengenai apa yang harus dilakukan jika bertemu ular di lingkungan rumah.
Respons Luar Biasa dari Siswa
Antusiasme siswa terlihat jelas saat sesi tanya jawab. Banyak dari mereka yang awalnya ragu dan takut, perlahan mulai memberanikan diri untuk mengelus punggung iguana atau membiarkan ular sanca melingkar di bahu mereka untuk berfoto.
"Awalnya takut banget, tapi setelah dijelaskan kalau ular ini tidak berbisa dan cara pegangnya benar, ternyata seru juga. Kulitnya dingin dan halus, tidak geli seperti yang saya kira," ujar Ansori, salah satu siswa kelas IX yang tampak bangga bisa berfoto dengan ular sanca seberat 10 kg.
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Menurut kepala sekolah, pembelajaran luar ruang seperti ini sangat efektif untuk meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran Biologi dan menumbuhkan rasa sayang terhadap sesama makhluk hidup.
Minggu, 27 Juli 2025
Irmanto
08.25.00
Salah satu kegiatan ektra kurikuler di SMP Al-Ghazali Tahun Pelajaran 2025-2026 adalah Pagar Nusa yaitu suatu organisasi pencak silat yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Nama lengkapnya adalah Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa (PSNU Pagar Nusa). Organisasi ini didirikan pada tahun 1986 dengan tujuan melestarikan, mengembangkan, dan membina pencak silat sebagai warisan budaya dan tradisi NU. kegiatan ini dilaksanakan setiap hari minggu di Halaman Al-Ghazali dan diikuti oleh murid SMP Al-Ghazali Kelas VII, VIII Dan IX.
Minggu, 11 Mei 2025
Irmanto
11.48.00
Perkemahan Jum'at Sabtu Minggu (PERJUSAMI) yang dilaksanakan pada tanggal 9-11 Mei 2025 di Pantai Badur. Acara perkemahan ini lebih banyak memberikan pengalaman bagaimana berjuang untuk hidup dalam segala keterbatasan dan rintangan. Hal ini terlihat dari kegiatan kegiatan yang penuh dengan tantangan.
Yang menarik juga dari PERJUSAMI kali ini adalah semua ide dan kepanitiaan itu datang dari para alumni SMP Al-Ghazali. Dalam kesibukan mereka yang bahkan masih berstatus pelajar, mereka dengan ikhlas merencanakan dan melaksanakan kegiatan ini.
selain itu diakhir acara kegiatan dipilih satu anggota terbaik putra dan satu anggota terbaik putri
Semoga, dengan dilaksanakannya perkemahan kali ini menjadikan anggota lebih siap menghadapi hidup dan berjuang untuk mencapai mimpi mimpi mereka.
Terimakasih Kakak Pembina
Terimakasih Ibu Bapak Guru
dan terimakasih untuk Adik Adik Peserta
Rabu, 04 Desember 2024
Irmanto
15.20.00
1 Desember 2025, SMP Al-Ghazali kembali mencetak sejarah di dunia pendidikan. Pasalnya, untuk pertama kalinya SMP Al-Ghazali ikut serta berpartisipasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kab . Sumenep yang diselenggarakan oleh LPTQ Kab Sumenep,
Lyncia Vega Siswi kelas VIII dan Dwita Zulfa Anggi Ainiyah Siswi kelas VII, sebagai pasangan group yang mengikuti lomba Syarhil Al-Qur'an berhasil meraih Juara III.
Ibu Hoyyida, S. Pd selaku Kepala Sekolah menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi aktif dalam membimbing putra putri Al-Ghazali sehingga mereka bisa meraih keberhasilan. Semoga bermanfaat dan semakin meningkatkan semangat belajar anak anak. Dan bagi yang belum berhasil, jangan patah semangat, pasti ada hikmah yang dapat dipetik. Percayalah bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Tututrnya.
Cici, selaku nama panggilan Lyncia Vega juga tidak henti hentinya berucap puji syukur atas keberhasilannya kali ini, dirinya tidak menyangka bahwa akan bisa membawa nama besar lembaga. Sekalipun hanya juara III tetapi ini adalah pengalaman pertama, dirinya mampu ikut serta mengharumkan nama almamater tercinta, SMP Al-Ghazali. Semoga kedepannya, akan ada banyak lagi keberhasilan keberhasilan yang bisa diberikan untuk Al-Ghazali. "Saya bangga menjadi murid Al-Ghazali." Ucap Cici dengan mata berbinar dan semangat berkobar.
Langganan:
Komentar (Atom)









































