Kamis, 27 Februari 2014

KEGIATAN BACA AL-QUR'AN SEBELUM BELAJAR

SMP Al-Ghazali 2



Sabtu, 15 Februari 2014

Broken Angel (Lyric)

SMP Al-Ghazali 2

I'm so lonely broken angel
I'm so lonely, listen to my heart

Man dooset daram
Be cheshme man gerye nade
Na nemitoonam
Bedoone to halam bade

I'm so lonely broken angel
I'm so lonely, listen to my heart

One and only broken angel
Come and save me, before I fall apart

To har jaa ke bashi kenaretam
Taa aakharesh divoonatam
To to nemidooni ke joonami
Bargard pisham

I'm so lonely broken angel
I'm so lonely, listen to my heart

One and only broken angel
Come and save me, before I fall apart

Lala lejli Lala lejli lalala lala
Lala lejli Lala lejli lalala lala

I'm so lonely broken angel
I'm so lonely, lïsten to my heart

One and only broken angel
Come and save me, before I fall apart

I'm so lonely broken angel
I'm so lonely, lïsten to my heart

One and only broken angel
Come and save me, before I fall apart

Lala lejli Lala lejli lalala lala
Lala lejli Lala lejli lalala lala

Jumat, 14 Februari 2014

Valentine's Day? Bolehkah kita merayakan?

SMP Al-Ghazali 2
Valentines Day saat ini diidentikkan dengan "hari kasih sayang". Hampir seluruh ummat merayakannya, termasuk ummat muslim. Tapi, taukah kamu apa itu valentine? Singkatnya begini:
  1. Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme (penyembahan berhala) dan kesyirikan.
  2. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.
  3. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
  4. Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.
Sungguh ironis memang kondisi saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Tapi, seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme (penyembahan berhala). Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme. Bahkan secara tegas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan, 

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Dalil ini sudah cukup sebagai alasan terlarangnya merayakan hari valentine, apa pun bentuk perayaannya. 



Source:
http://remajaislam.com/gaya-muda/cinta/224-sejarah-kelam-hari-valentine.html

Sabtu, 01 Februari 2014

PERBEDAAN DISKUSI DAN DEBAT

Irmanto

Apa Pengertian Diskusi?

Apakah diskusi itu? Diskusi merupakan cara untuk memecahkan permasalahan dengan proses berpikir bersama-sama sehingga menghasilkan penyelesaian atau penjelasan secara mufakat. Diskusi dilakukan dengan cara para anggota mengutarakan pendapatnya tentang masalah yang dibahas, kemudian dipikirkan bersama-sama, sehingga menghasilkan suatu kesimpulan secara mufakat.

Apa Tujuan Diskusi?

Diskusi bertujuan mencari jalan keluar suatu masalah dan penyamaan pemikiran, sehingga dihasilkan kesimpulan melalui jalan mufakat. Selain itu, diskusi bertujuan untuk menghasilkan pemikiran pemikiran dan memperoleh informasi yang rinci melalui pendapat yang diutarakan oleh peserta diskusi.

Apa Ciri-ciri Diskusi?

Diskusi memiliki beberapa ciri, yaitu:
  1. Hanya ada satu pihak, tidak ada pihak negatif ataupun positif
  2. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan jalan keluar terhadap masalah yang dibahas secara bersama-sama, sehingga diperoleh kesimpulan secara mufakat
  3. Adanya forum terbuka untuk melakukan sesi tanya jawab yang bertujuan untuk memperoleh informasi tambahan
  4. Hasil diskusi diperoleh melalui musyawarah mufakat
  5. Terdapat moderator yang bertugas untuk mengontrol jalannya diskusi agar diskusi tertib dan fokus ke tema diskusi

Bagaimana Etika Berdiskusi?

Dalam berdiskusi, etika yang patut kita lakukan adalah:
  1. Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dengan mendalami materi yang akan didiskusikan
  2. Menggunakan bahasa yang baik, benar dan komunikatif
  3. Fokus pada tema, 
  4. Menanyakan hal yang kurang jelas

Lalu Apa Yang Dimaksud Debat?

Debat adalah kegiatan adu pendapat antara pihak affirmatif (pendukung topik) dan negatif (menolak topik), baik secara individu maupun kelompok, terhadap permasalahan yang dibahas, sehingga salah satu pihak memenangkan perdebatan. Debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas. Voting atau ketetapan  juri adalah jalan penentuan pemenang.

Apa Tujuan Debat?

Tujuan berdebat adalah memenangkan perdebatan dengan adu pendapat. Tiap-tiap pihak saling menyampaikan pendapatnya disertai dengan bukti yang mendukung, sehingga pihak tersebut bisa menguatkan pendapatnya dan mematahkan pendapat lawan.

Apa Ciri-ciri Debat?

Ciri-ciri debat, yaitu:
  1. Adanya 2 pihak, yaitu affirmatif (pihak yang menyetujui topik) dan negatif(pihak yang menolak topik)
  2. Adanya proses saling mempertahankan argumen / pendapat antara kedua belah pihak
  3. Adanya saling adu pendapat yang bertujuan untuk memperoleh kemenangan
  4. Hasil debat diperoleh melalui voting atau keputusan juri
  5. Sesi tanya jawab bersifat terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan
  6. Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator

Bagaimana Etika Berdebat ?

Ada etika yang harus diperhatikan ketika berdebat, yaitu:
  1. Menggunakan pikiran logis dan memiliki pengetahuan yang mendukung tentang topikyang dibahas dalam debat
  2. Menggunakan bahasa yang baik, benar dan komunikatif serta tanggap terhadap respon yang diterima
  3. Tidak diprbolehkan menyangkut pautkan pembahasan dengan SARA


Perbedaan Diskusi dan Debat

DISKUSI
DEBAT
Tujuannya untuk mencari penyelesaian topik secara mufakat / bersama
Tujuannya untuk mendapatkan kemenangan
Pendapat disampaikan untuk memperoleh informasi agar semakin serinci 
Pendapat diutarakan untuk menguatkan pendapatnya dan menjatuhkan pendapat lawan
Semuanya dalam satu pihak
Ada pihak affirmatif dan negatif
Moderator bertugas untuk pengontor diskusi
Moderator berperan sebagai penengah
Hasilnya dodapatkan melalui mufakat
Hasilnya didapatkan melalui voting atau keputusan juri
Adanya keterbukaan tanya jawab
Terbatasnya tanya jawab


















Sumber:
http://euislatifah.blogspot.com/2013/11/perbedaan-diskusi-dan-debat.html