Sabtu, 14 Maret 2026

BAKTI ANAK AL-GHAZALI

Irmanto
SMP AL-GHAZALI, Sabtu 14 Maret 2026 – Pemandangan berbeda terlihat di sudut sekolah pagi ini. Puluhan siswa berseragam sekolah tampak antusias membagikan paket bantuan dalam kegiatan bakti sosial bertajuk "Bakti Anak Al-Ghazali". Aksi ini diinisiasi sepenuhnya oleh para murid SMP sebagai wujud nyata kepedulian terhadap warga yang kurang mampu di lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kesulitan sesama. Hasil Patungan dan Donasi Sukarela Yang menarik dari aksi ini adalah sumber dananya. Para siswa menyisihkan sebagian uang jajan mereka setiap hari jum'at untuk dikumpulkan menjadi paket sembako. "Kami ingin belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Dengan menyisihkan sedikit uang jajan, ternyata kami bisa mengumpulkan bantuan yang cukup banyak untuk membantu kakek dan nenek di sekitar sini," ujar Ketua OSIS selaku koordinator lapangan. Daftar Bantuan yang Disalurkan Para siswa mendatangi langsung rumah-rumah warga (door-to-door) serta para pekerja jalanan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Berikut adalah rincian bantuan yang diberikan: Paket Sembako: Beras, minyak goreng, mi instan, dan gula. Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Warga Kepala Sekolah mengungkapkan rasa bangganya atas inisiatif mandiri para muridnya. Menurutnya, pelajaran karakter yang didapatkan langsung di lapangan jauh lebih berkesan dibandingkan sekadar teori di dalam kelas. Warga penerima manfaat pun tampak terharu. Salah satu penerima bantuan, Ibu Mis (65), menyatakan rasa terima kasihnya. "Senang sekali melihat anak-anak muda masih mau peduli dengan orang tua seperti kami. Semoga mereka jadi anak yang sukses dan tetap rendah hati," tuturnya. Pelajaran Berharga di Luar Kelas Melalui bakti sosial ini, para siswa belajar tentang: Rasa Syukur: Menghargai apa yang mereka miliki saat ini. Kerja Sama Tim: Mengelola logistik dan pembagian tugas lapangan. Tanggung Jawab Sosial: Memahami peran mereka sebagai bagian dari masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan sekolah guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang kuat.