Senin, 19 Januari 2026

Siswa Antusias Serbu "Literasik": Hadirkan Perpustakaan Keliling di Tengah Sekolah

Irmanto
SUMENEP, 19 Januari 2026 – Suasana istirahat di SMP AL-GHAZALI tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa terlihat berkerumun di halaman tengah, bukan untuk berolahraga, melainkan untuk menyerbu armada mobil berwarna terang yang membawa ribuan buku. Hari ini, sekolah sukses menyelenggarakan program "Literasik" (Literasi itu Asyik) dengan menggandeng Layanan Perpustakaan Keliling Daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan minat baca siswa melalui suasana baru di luar perpustakaan sekolah yang formal. Dengan konsep outdoor, siswa dibebaskan memilih tempat membaca yang nyaman, mulai dari duduk di bangku taman hingga lesehan di depan sekolah. Membawa Jendela Dunia Lebih Dekat Kepala Sekolah SMP AL-Ghazali, menyampaikan bahwa kehadiran perpustakaan keliling ini adalah upaya jemput bola. "Kami ingin menunjukkan bahwa membaca itu bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dengan Literasik, buku-buku yang biasanya ada di rak perpustakaan kini 'mendatangi' mereka," ujarnya. Armada perpustakaan keliling ini menyediakan koleksi yang sangat beragam, mulai dari: Fiksi Populer: Novel remaja, komik edukasi, dan kumpulan cerpen. Ensiklopedia Visual: Buku-buku sains bergambar yang menarik minat siswa. Pengembangan Diri: Tips keterampilan praktis untuk pelajar. Respons Positif Siswa Antusiasme terpancar dari wajah para siswa. Falia, salah satu siswa kelas VII, mengaku senang dengan kehadiran mobil buku ini. "Koleksinya beda dengan yang ada di kelas. Ada banyak buku cerita baru dan gambarnya bagus-bagus. Membaca bareng teman-teman di halaman begini juga jadi lebih seru," ungkapnya sambil menunjukkan buku yang sedang ia baca. Langkah Berkelanjutan Kegiatan Literasik ini tidak hanya berhenti di sini. Pihak sekolah berencana menjadikan kunjungan perpustakaan keliling sebagai agenda rutin bulanan. Diharapkan, melalui interaksi yang menyenangkan ini, literasi tidak lagi dianggap sebagai beban akademik, melainkan menjadi gaya hidup dan hobi yang menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.

Sabtu, 10 Januari 2026

Siswa SMP Al Ghazali "Taklukkan" Ketakutan: Keseruan Edukasi Satwa Bersama Komunitas Reptil Sumenep

Irmanto
Suasana Sekolah SMP AL-Ghazali Kabupaten Sumenep pada 10 Januari 2026 mendadak riuh dan penuh keceriaan pada Sabtu pagi. Bukan karena ada pertandingan olahraga, melainkan karena kehadiran para tamu tak diundang yang bersisik dan melata. Komunitas Reptil Sumenep (KRS) hadir membawa berbagai koleksi satwa unik mereka untuk memberikan edukasi langsung kepada para siswa. Mulai dari ular sanca berukuran besar, iguana yang tenang, hingga tokek hias (gecko) yang berwarna-warni menjadi pusat perhatian ratusan siswa yang berkumpul di lapangan sekolah. Bukan Sekadar Tontonan, Tapi Edukasi Kegiatan ini bertujuan untuk mematahkan stigma negatif dan rasa takut yang berlebihan terhadap reptil. Perwakilan dari Komunitas Reptil Sumenep menjelaskan bahwa banyak reptil yang sebenarnya tidak berbahaya jika kita tahu cara berinteraksi dengan mereka secara benar. Para siswa tidak hanya melihat dari jauh, tetapi juga diberi kesempatan untuk: Menyentuh dan Memegang: Merasakan tekstur kulit reptil yang ternyata tidak lendir seperti yang sering dibayangkan. Belajar Habitat: Memahami peran penting reptil dalam ekosistem, seperti ular sawah yang menjadi pengendali hama tikus alami. Tips Keamanan: Mendapatkan edukasi mengenai apa yang harus dilakukan jika bertemu ular di lingkungan rumah. Respons Luar Biasa dari Siswa Antusiasme siswa terlihat jelas saat sesi tanya jawab. Banyak dari mereka yang awalnya ragu dan takut, perlahan mulai memberanikan diri untuk mengelus punggung iguana atau membiarkan ular sanca melingkar di bahu mereka untuk berfoto. "Awalnya takut banget, tapi setelah dijelaskan kalau ular ini tidak berbisa dan cara pegangnya benar, ternyata seru juga. Kulitnya dingin dan halus, tidak geli seperti yang saya kira," ujar Ansori, salah satu siswa kelas IX yang tampak bangga bisa berfoto dengan ular sanca seberat 10 kg. Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Menurut kepala sekolah, pembelajaran luar ruang seperti ini sangat efektif untuk meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran Biologi dan menumbuhkan rasa sayang terhadap sesama makhluk hidup.